Kepala SMK Lentera Bangsa 2 mengemukakan, bahwa budaya kerja merupakan perangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai, dan norma yang dikembangkan dalam suatu organisasi yang dapat dijadikan sebagai landasan tingkah laku anggota, untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal
maupun integrasi internal.
Budaya Kerja adalah falsafah yang didasari pada pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok yang tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang teterwujd budaya kerja
Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Dalam hal ini mengapa sih perlu menerapkan budaya kerja pada siswa di SMKLentera Bangsa 2,
Alasanya begitu pentingnya budaya kerja industri bagi siswa SMK sebagai bekal ketika nantinya masuk di dunia industri maupun dunia kerja.
Selain itu penerapan budaya kerja industri pada siswa akan membiasakan memiliki soft skill yang baik. Tujuan penerapan budaya kerja di SMK: agar siswa SMK memilki budaya kerja sesuai tuntutan Industri Dunia Kerja. agar siswa memiliki kemampuan beradaptasi terhadap situasi kerja di Industri.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut sekolah dapat memberikan program setiap jurusanya. Salah satu program yang mungkin dapat diterapkan yaitu program budaya kerja 5R. Program 5R ini antara lain (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Yang prinsipnya: 1) Prinsip ringkas adalah memisahkan
segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpannya supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi sekolah; 2) Prinsip rapi adalah
menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan.
Adapun yang ketiga prinsip resik adalah membersihkan tempat/lingkungan sekolah, mesin/peralatan, dan barang-barang agar tidak terdapat debu, kotoran dan bau. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang mulai dari pimpinan hingga pelaksana yang ada; 4) Prinsip rajin
adalah terciptanya kebiasaan pribadi guru dan karyawan serta siswa untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. Rajin di lingkungan sekolah berarti pengembangan kebiasaan positif di lingkungan sekolah; 5) Prinsip rawat adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada
(Ringkas, Rapi, Resik) sebelumnya dengan membakukannya (Standarisasi). Prinsip ini dapat berjalan apabila dilaksanakan bersama-sama yang ada di lingkungan sekolah.
Manfaat jika berhasil diterapkan maka akan Menurunkan pemborosan, Meningkatkan mutu dan produktivitas, Menghindari kecelakaan kerja,
Meningkatkan kinerja, Absensi yang rendah, Peningkatan dan perbaikan kinerja yang berkelanjutan, Peralatan sekolah dan lokasi kerja di bengkel praktik yang teratur, rapi dan bersih, Keunggulan untuk mempunyai siswa yang bermental maju serta bersikap dan berperilaku positif serta Langkah awal
menuju perusahaan kelas dunia.




